DIIKUTI 500 PESERTA, PEMKOT LESTARIKAN TRADISI BAAYUN MAULID! WAKIL WALIKOTA ANANDA IKUT BAAYUN
DIIKUTI 500 PESERTA, PEMKOT LESTARIKAN TRADISI BAAYUN MAULID! WAKIL WALIKOTA ANANDA IKUT BAAYUN
Tradisi Baayun Maulid merupakan satu di antara warisan budaya masyarakat Banjar yang dilaksanakan secara turun-temurun.
Dalam prosesi tersebut, anak ditempatkan di dalam ayunan dan diayun oleh orang tua atau keluarga, sembari diiringi pembacaan Al-Quran, selawat, dan doa.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, dan turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Banjarmasin, seluruh Kepala SKPD, serta jajaran terkait.
Mewakili Wali Kota Banjarmasin, Ananda mengatakan Baayun Maulid tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum menuju Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
“Alhamdulillah hari ini perayaan Baayun Maulid bertepatan di bulan kita akan memperingati 500 tahun Kota Banjarmasin. Harapannya ke depan Masjid Sultan Suriansyah ini menjadi ikon, bukan hanya ikon Banjarmasin, tetapi ikon Kalimantan Selatan, Kalimantan bahkan Indonesia,” ucapnya.
Ananda menilai, keberadaan Masjid Sultan Suriansyah menjadi salah satu tonggak sejarah penting karena merupakan bagian dari sejarah awal Kota Banjarmasin, khususnya dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Ananda berharap Baayun Maulid terus dikembangkan dan masuk dalam kalender kegiatan daerah hingga nasional.
“Kita berharap juga Baayun Maulid ini menjadi kalender event, bukan hanya Kota Banjarmasin, tapi mudah-mudahan menjadi kalender event Indonesia,” katanya.
Senada, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil menjelaskan, jumlah 500 peserta ditetapkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin.
“Untuk Baayun Maulid tahun ini diikuti oleh 500 peserta. Jadi 500 peserta yang disiapkan slot oleh kepanitiaan Masjid Sultan Suriansyah. Kebetulan juga di ulang tahun Kota Banjarmasin di bulan September, dan 500 itu bagian daripada 500 tahun Kota Banjarmasin,” terangnya.
Ia menambahkan, peserta merupakan warga Kota Banjarmasin yang ditentukan berdasarkan hasil koordinasi dan rapat kepanitiaan bersama pihak kecamatan serta unsur terkait lainnya.
Pelaksanaan Baayun Maulid ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi peserta. Sabil menilai tradisi tersebut memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat sehingga berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan berskala lebih luas.
“Ini suatu kebudayaan, kebudayaan dari turun-temurun sebenarnya. Baayun Maulid adalah bagian daripada tradisi mengungkapkan rasa kebahagiaan akan munculnya Islam yang ada di Kalimantan,” jelasnya.
Ibnu Sabil menjelaskan Disbudporapar akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengingat Masjid Sultan Suriansyah juga berada dalam kewenangan provinsi untuk pengembangan kegiatan.
Upaya tersebut diharapkan membuka peluang Baayun Maulid menjadi salah satu agenda budaya yang dikenal hingga tingkat nasional.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena jumlah peserta tahun ini masih terbatas menyesuaikan kapasitas lokasi.
“Kami mengucapkan pertama terima kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Banjarmasin. Kami tidak bisa di tahun ini memfloating sesuai dengan kehendak karena keterbatasan tempat. Tahun depan nanti akan kami pikirkan lagi supaya dapat diperbanyak lagi pesertanya, termasuk supaya proporsional yang berminat itu dapat melaksanakan. Namun kami maksimalkan sesuai dengan tempat yang tersedia,” pungkasnya.
Agar pelayanan saat kegiatan semakin baik dan meningkatkan kenyamanan, Wakil Walikota Banjarmasin Ananda mengatakan Pemko Banjarmasin berencana meningkatkan fasilitas seperti Toilet dan area Wudhu pada tahun mendatang.