MIMBAR PUISI ! SATU PUISI KARYA DUA PENYAIR,? MUSIM LUKA DI BIBIR JINGGA


MIMBAR PUISI ! SATU PUISI KARYA DUA PENYAIR,? MUSIM LUKA DI BIBIR JINGGA 

LHoh ada? Bisa ya? boleh ya? 

Keunikan puisi ini adalah karena ditulis oleh lebih dari satu orang. 
sebab karya puisi selama ini lebih dikenal sebagai karya dari satu orang saja. 

Lalu bagaimana sih puisi itu? ini dia


Gusti Indra Sy - Fitri SeiG

MUSIM LUKA DI BIBIR JINGGA

Jingga yang menyimpan musim di kelopak sunyi

Tak bersuara namun harumnya diam-diam menaklukkan hati


Langit menumpahkan jingga yang malu-malu  

Terlipat dalam kabut yang enggan pergi  

Bukan senja yang terbakar  

Tapi harapan yang tertahan di ujung hari


Kini jingga tenggelam bukan oleh malam  

Melainkan oleh lautan asap yang perlahan menelan matahari


Dan di sela kabut itu jingga berbisik pelan  

Bahwa gelap tak akan menang selamanya  

Karena walau samar cahaya tetap memilih  

Untuk menetap menunggu waktu untuk nyata


Jingga akan kembali  

Ia akan tumpah seperti madu di bibir petang  

Menyulam emas pada awan Mengembalikan matahari dari pengasingan  


Maka biarkan angin meniup kabut itu pergi

Biarkan waktu mencuci langit dengan sabar

Sebab setiap musim punya janji untuk pulang

Dan jingga... adalah bukti bahwa luka bumi pun bisa sembuh


Di antara desir daun dan doa yang tertahan  

Jingga akan duduk lagi di pelupuk mata kita  

Bukan sebagai kenangan  

Tapi sebagai rumah  

Tempat kita belajar percaya  

Bahwa setelah pekat cahaya selalu punya nama


Jingga selalu tahu cara mengembalikan yang karam Menjahit jarak dengan benang cahaya

Hingga kelak yang jauh menjadi dekat dan yang hilang pulang

bersama jingga yang tersenyum



Tanjung-Bakumpai//penghujung Agustus 2026

BERITA DAERAH

MEDIA PERWIRA NEWS VIDEO

NASIONAL

EKONOMI BISNIS