SINERGI PELABUHAN PERIKANAN BANJARMASIN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KALSEL DENGAN KESYAHBANDARAN SOSIALISASIKAN REGULASI KELAUTAN DAN PERIKANAN
SINERGI PELABUHAN PERIKANAN BANJARMASIN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KALSEL DENGAN KESYAHBANDARAN SOSIALISASIKAN REGULASI KELAUTAN DAN PERIKANAN
Banjarmasin Kalsel.
Berlangsung dalam suasana hangat sosialisasi bagi nelayan, nahkoda dan pemilik kapal berlangsung Selasa (11/8 ) pagi sekitar pukul 10.00 wita di aula balai pertemuan di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.
Kegiatan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersamasama.
Dalam sambutan Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Zaki, menegaskan perlunya pengetahuan dan pemahaman soal aturan termasuk di bidang kelautan dan perìkanan, apa lagi perairan di NKRI sangat luas mencapai dua pertiga dari sumber daya di nusantara ini. Sehingga tentu diperlukan regulasi agar pemanfaatan sumber dayanya tertata.
Atas sinergi kegiatan ini, Ahmad Zaki memberi apresiasi kepada pihak Kesyahbandaran Banjarmasin yang hadir sebagai pemberi materi sosialisasi.
Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Zaki juga sampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Polresta Banjarmasin, khususnya Polsek Kawasan Pelabuhan Banjarmasin atas dukungan kelancaran dan keamanan di pelabuhan perikanan Banjarmasin.
Peserta sosialisasi di balai pertemuan nelayan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dikawasan Banjar Raya dengan materi penerapan peraturan kesyahbandaran di pelabuhan perikanan ini adalah kru kapal atau ABK, nahkoda, serta pemilik kapal.
" Terima kasih kehadirannya para peserta sosialisasi pada hari ini, kita berharap upaya ini melancarkan sinergi kita dalam melayani masyarakat perikanan kita," ujar Ahmad Zaki Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan.
Menjadi pemateri adalah Salim Aprianto, Syahbandar di pelabuhan perikanan.
Salim menjelaskan materi sosialisasi adalah aturan baru di Kesyahbandaran yakni permen kp nomor 7 tahun 2026 itu up grade dari permen kp nomor 3 tahun 2013.
"Jadi aturan ini terkait pelayanan di kesyahbandaran, mulai dari mau berangkat mau datang, kemudian terkait aplikasi juga, karena saat ini pemerintah mulai ke arah digitalisasi," ujar Salim Syahbandar.
Sosialisasi kemudian diikuti bimbingan teknis atau bintek Ke syahbandaran dengan tema penggunaan aplikasi teman SPB, aplikasi E-PIT izin pusat dan daerah.
Interaksi tanya jawab dalam sosialisasi ini juga berjalan hangat bahkan meluas di luar materi utama kesyahbandaran.
Seperti peserta bernama Aas yang meminta penjelasan terkait BPJS tenaga kerja bagi pekerja di pelabuhan perikanan atau para nelayan dan kru kapal. Terkait hal ini Salim Syahbandar di pelabuhan perikanan menegaskan pihaknya berharap para nelayan memiliki BPJS Tenaga Kerja sebagai upaya memberi jaminan mandiri jika alami insiden atau musibah. Pengelolaannya dilakukan oleh petugas BPJS Tenaga Kerja atau bisa melakukan pembayaran mandiri dengan nilai terjangkau melalui sistem transfer dan dilakukan di sejumlah gerai yang ditunjuk dapat melayani BPJS.
Sampai saat ini di Banjarmasin menurut Kasi Kesyahbandaran Hajah Royani terdata BPJS Tenaga Kerja diikuti ABK dari 17 kapal atau ada 59 orang.
Dalam sosialisasi ini peserta juga diberi pemahaman diterapkannya penggunaan aplikasi Teman SPB. Ini adalah konsekwensi perkembangan teknologi yang kian mutakhir. Dan sistem digitalisasi sangat diberdayakan dalam pelayanan kepada publik. Langkah digitalisasi ini ditujukan agar semakin mempermudah dan mempercepat urusan atau pelayanan namun dengan ke akuratan dan kualitas lebih terjaga termasuk integritas para petugas.
Beragam pelayanan diberikan di antaranya pelayanan kedatangan dan keberangkatan kapal yang alami keadaan darurat.
Menurut Salim Aprianto, Syahbandar di pelabuhan perikanan, soal digitalisasi perizinan, dalam penerapan aplikasi E -PIT atau Elektronik Penangkapan Ikan Terukur di Banjarmasin untuk izin pusat semua telah menggunakannya dan untuk izin daerah dari empat kapal tiga sudah menggunakannya.
Ia berharap para nelayan dapat seluruhnya menggunakan aplikasi ini agar mempermudah mendapat layanan.
