MIMBAR PUISI ! SENTILAN BAGI MANUSIA-MANUSIA SERAKAH ! ALVIN EFFENDY " GOSEL " MEREKA YANG LUPA JABATAN HANYALAH TITIPAN


MIMBAR PUISI ! SENTILAN BAGI MANUSIA-MANUSIA SERAKAH ! A. EFFENDY " GOSEL " MEREKA YANG LUPA JABATAN HANYALAH TITIPAN

Banjarmasin, Kalsel

Jiwa muda lelaki ini tak bisa diam. Apa lagi ia memerhatikan ketimpangan yang terjadi. 

Orang-orang berjabatan yang bertopeng jadi sasaran tajam penanya.

Bagaimana A. Effendy tuangkan itu dalam karyanya ? Ini puisinya bagian pertama , awal dari puisi yang dirangkai dalam beberapa episode.


KURSI KEKUASAAN TIDAK PERNAH ABADI

Sebuah puisi tentang nurani, keberanian, cinta, dan manusia-manusia yang serakah lupa bahwa jabatan hanyalah titipan


I. KETIKA NURANI DIJUAL, JABATAN MENJADI KEJAHATAN

Ada manusia

yang begitu lama duduk di kursi kekuasaan

hingga lupa bahwa kursi itu

dibuat dari kepercayaan orang lain.

Ia mulai

tanda tangan adalah takdir,

stempel adalah hukum langit,

dan jabatan adalah hak warisan

yang boleh dipakai sesuka hati.

Di hadapan rakyat

ia berbicara tentang pengabdian.

Di belakang pintu

ia menghitung keuntungan.

Ia menyebut dirinya pelayan,

tetapi hidup seperti tuan

yang tidak pernah belajar

mendengar jeritan dapur-dapur

yang kehabisan nasi.

Begitulah kekuasaan

mulai memikul manusia:

bukan ketika dia memiliki kuasa,

melainkan ketika dia mulai percaya

bahwa kuasanya

Tidak dikunjungi.

Moral kemudian dipajang

seperti lukisan di dinding kantor—

indah dilihat,

tetapi tidak pernah dipakai

untuk menuntun langkah.

Mereka berbicara tentang integritas

dengan mulut yang penuh slogan,

sementara tangannya sibuk

menghitung apa yang bisa dibawa pulang.

Mereka menyebut korupsi sebagai kesalahan,

seolah-olah kesalahan dapat dihapus

niat yang sengaja memelihara.

Tidak.

Yang busuk tetap busuk

meskipun dibungkus seragam,

diberi gelar,

dikelilingi ajudan,

dan dipotret di bawah bendera.

Sebab jabatan tidak pernah

mengubah dosa menjadi keindahan.

Ia hanya membuat dosa

memiliki ruangan yang lebih besar.

Dan lupakan—

kursi yang kau duduki hari ini

adalah tempat yang suatu hari

akan menjadi saksi

ketika kau diminta mempertanggungjawabkan

Siapa dirimu sebenarnya?

BERITA DAERAH

MEDIA PERWIRA NEWS VIDEO

NASIONAL

EKONOMI BISNIS