MIMBAR PUISI ! SAJAK LAMPU MERAH , KAYLA UNTARA MEMOTRET SEDIHNYA MAKNA MERDEKA PADA KALANGAN RAKYAT BAWAH


 MIMBAR PUISI ! SAJAK LAMPU MERAH , KAYLA UNTARA MEMOTRET SEDIHNYA MAKNA MERDEKA PADA KALANGAN RAKYAT BAWAH 

Nama alam sastranya Kayla Untara, Pria yang memilih jalan sastra menolak tunduk pada sunyi ini lahir di Kandangan Hulu Sungai Selatan.

81 Tahun kemerdekaan RI adalah perjalanan yang patut disyukuri, namun kenyataan tak boleh disembunyikan.

Ia melihat luka anak negeri ini, yang hidupnya merdeka namun tak terasa manis.

Bagaimana puisi Kayla Untara itu ? Ini dia


*Sajak Lampu Merah*

Oleh; Kayla Untara


malam pun tiba

di lampu merah perempatan kota

kulihat wanita baya berbibir sunyi 

menjajakan koran cetakan pagi


di sisi kiri

suara sumbang lelaki 

menambal sepi

memeras nada dari tenggorokan yang letih


sedang anaknya terlelap di pangkuan sang istri

berselimut kain tipis sekali

ia nampak menepi di redupnya lampu 

sebagaimana senyumnya malam itu


beberapa anak menadahkan tangan

pada nasib yang tak memihak

meski mereka tak tahu kenapa


mereka hanya tahu,

jalanan adalah ibunya

sedang lampu merah 

adalah rumah keduanya


lampu merah sekejap padam

cahaya merambat 

di tiang lampu yang renta

disusul deru roda-roda 

menyisakan serpihan debu 

dan sedikit iba yang tersisa


pada mereka 

yang belum sempat mencicipi

manisnya arti merdeka…


_Banjarmasin, 17 Agustus 2026_

BERITA DAERAH

MEDIA PERWIRA NEWS VIDEO

NASIONAL

EKONOMI BISNIS