MIMBAR PUISI ! KETIKA ZAMRUD KALIMANTAN SEKARAT, GORESAN HATI EMMY LISTY UNTUK BUMI 


MIMBAR PUISI ! KETIKA ZAMRUD KALIMANTAN SEKARAT, GORESAN HATI EMMY LISTY UNTUK BUMI 

Kemarau panjang yang kering dan surutkan sungai-sungai gelisahkan hati Emmy Listi.

Ditambah kebakaran hutan dan lahan yang buat kelabu udara, ia bertanya-tanya nasib bumi ini nanti kala hutan-hutan sebagai paru-paru alam kian habis dibabat dan atau jadi korban karhutla.

Bagaimana goresan hati Emmy Listi itu? Ini dia puisinya


*Goresan hati EMMY LISTY untuk bumiku Kalimantan*


Bila mentari memerah saga,

akankah kau bertanya dalam diam,

ke mana perginya cahaya keemasan

yang dahulu setia menimang senja?


Pertanda murka bumi-kah ini,

atau karma yang ditanam anak manusia?

Hutan-hutan hijau mulai meranggas,

akar-akar tak lagi sanggup

menghirup madu bumi.


Rintik hujan tak kunjung bertamu,

harapan terbang bersama *kalalatu*

Ketika api menjilat rimba,

membakar hijau menjadi bara,

meninggalkan asap pekat

menyesakkan rongga kehidupan.


Ke mana lagi kita mengadu,

ketika kita terdiam dalam kelu,

menyaksikan *Kalimantan*

perlahan kehilangan warna


Lumbung oksigen

kini kehilangan napasnya sendiri.

Sungai dan waduk  mengering,

air tawar perlahan menjelma payau.


Ketika *Zamrud Khatulistiwa*

nyaris pudar terlindas kemarau panjang,

masihkah kita akan bertanya

siapa yang harus disalahkan?


Ataukah kelak,

ketika *Bumi Borneo*  benar-benar kehilangan suara,

kita hanya mampu bertanya.. 


Apa kabar bumi-bumi yang lain?

BERITA DAERAH

MEDIA PERWIRA NEWS VIDEO

NASIONAL

EKONOMI BISNIS