BELA DIRI YANG BENAR UTAMAKAN MENGAJARKAN ADAB BUKAN HANYA TEKNIK, FKTI KEDEPANKAN FILOSOFIS UTAMAKAN TATA HORMAT

 

Pengurus Kornas Federasi Karate Tradisional Indonesia FKTI INKAI bersama Ketua Umum Afrizal

Banjarmasin, Kalsel


Ilmu bela diri adalah sebuah pengetahuan penting yang dapat memberikan pengaruh besar dalam kehidupan pemegangnya. 

Mulai dari sisi pengelolaan kekuatan dan kesehatan fisik, sikap mental, pola pikir dan pendapat juga perilaku.

Mencegah dan menghindari permusuhan, mengedepankan sikap hormat serta teguh dalam membela kebenaran menjadi kunci jalan kehidupan para pegiat ilmu bela diri.

“Selamatkan lawanmu, maka itu akan menyelamatkanmu,” ujar Sensei Mustafa Ketua Harian FEDERASI KARATE TRADISIONAL INDONESIA (FKTI) INKAI KARATE TRADISIONAL Korda Kalsel.

Ia mengatakan, Karate Tradisional, khususnya FKTI yang didirikan oleh Sensei Sabeth Mukhsin menerapkan sistem Karate sebagaimana aslinya, Setiap gerakan terhadap lawan bisa berakibat fatal, mematikan bahkan mematikan dan bukan olahraga biasa sehingga harus memiliki kesadaran penuh dalam menerapkan aplikasinya melalui kontrol yang didengar dan baik.

“Tidak bisa main-main, kontrol harus baik, dampaknya luar biasa jika digunakan dan diterapkan sebagaimana yang diajarkan. Sehingga selain harus paham teknik, pilih yang aman bagi lawan dan kita serta yang terpenting adalah sikap mental, jaga sikap saling menghormati, tidak ada serangan lebih dulu , dan semuanya diawali dan diakhiri dengan hormat,” sambung Sensei Mustafa.



Karate Tradisional tidak memilih banyak gerak dalam pertarungan. Satu serangan efektif, cukup. Ini tergambar dari pola pertandingan yang meski sudah di kelas bebas, wasit akan segera menghentikan kontak atlet saat benturan dinilai tepat sasaran dan bentuk sebagaimana aturan. Sehingga tidak diperlukan dan tidak ada pukulan atau tendangan dan bentuk serangan lain yang dilakukan bertubitubi.

Tindakan kontrol ini sesuai aturan hukum dan kemanusiaan yakni sebagai pembelaan diri, bukan penyiksaan atau penyiksaan apa lagi menghilangkan nyawa. 

" Kalau lawanmu hilang nyawanya karena pukulanmu, itu namanya lawanmu tidak selamat dan kamu pun bisa tidak selamat. Malah bisa melemparkan hukum dan masuk penjara, makanya kontrol dijaga dan itu dibor sejak awal dengan sikap saling hormat atau adab, perhatikan Panca Setia Karate Tradisional, jiwai itu bukan sekadar hafalan " terang pria yang suka bercanda ini.

Karateka Tradisional FKTI ditanamkan memahami ikrar yang termuat dalam Panca Setia , yakni : 
SANGGUP MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN
SANGGUP PATUH PADA JALAN YANG BENAR
SANGGUP MENINGKATKAN DAYA JUANG
SANGGUP MENGUTAMAKAN TATA HORMAT
SANGGUP MENGENDALIKAN DIRI

Federasi Karate Tradisional Indonesia FKTI Korda Kalimantan Selatan saat ini dipimpin Ibnu Sina sebagai Ketua Umum.

Saat Gashuku, Ujian DAN serta Sertifikasi Tingkat Nasional 2026 di Banjarmasin pada akhir Juni Ibnu Sina berharap para FKTI yang sumbang 8 Emas di ajang FORNAS 8 di NTB terus meningkatkan kemampuan dan menjaga prestasi.

Gashuku, Ujian DAN serta Sertifikasi Tingkat Nasional di Banjarmasin itu diikuti langsung oleh Ketua Kornas FKTI Sensei Afrizal dan Sensei AJI dengan 30 peserta.

Ketua Umum Korda FKTI Kalsel Ibnu Sina, Ketua Umum Kornas FKTI Afrizal, Ketua Harian Korda FKTI Kalsel Mustafa











BERITA DAERAH

MEDIA PERWIRA NEWS VIDEO

NASIONAL

EKONOMI BISNIS