MIMBAR PUISI! FITRI SEIG SUARAKAN LUKA ALAM LEWAT PUISI SELIMUT JELAGA
Melalui Selimut Jelaga, ia menghadirkan kepedihan hutan yang dilalap api, langit yang kehilangan birunya, dan bumi yang menanti hujan. Namun di balik jelaga, puisi ini menyimpan harapan "yang terbakar tidak selalu berakhir sebagai abu selama ada hujan, selalu ada kemungkinan bagi kehidupan untuk tumbuh kembali
*SELIMUT JELAGA*
Kabut asap menjahit kelam di wajah langit
Menghapus biru di bawah selimut jelaga
Api menjelma belati
Menikam napas bumi
Mengunyah daun menghanguskan akar dengan bara yang tak mengenal kenyang
Ranting-ranting patah seperti tulang yang menyerah dan hutan menjadi tubuh yang kehilangan suara
Tanah mengering dengan napas tersenggal
Menengadah kepada awan yang entah masih menyimpan arah pulang
Di balik kabut pekat
Mereka menunggu hujan
Untuk mengajari bahwa tidak semua yang terbakar harus menjadi abu
Cerbon//05 September 2026
.jpg)