MIMBAR PUISI! FITRI SEIG SUARAKAN LUKA ALAM LEWAT PUISI SELIMUT JELAGA



MIMBAR PUISI! FITRI SEIG SUARAKAN LUKA ALAM LEWAT PUISI SELIMUT JELAGA

Fitri SeiG, setelah turut menulis puisi tentang keadaan alam satu judul dua penulis, kini penyair muda Kalimantan Selatan 2025 asal Bakumpai ini kembali menyuarakan luka alam yang masih terasa hingga hari ini.

Melalui Selimut Jelaga, ia menghadirkan kepedihan hutan yang dilalap api, langit yang kehilangan birunya, dan bumi yang menanti hujan. Namun di balik jelaga, puisi ini menyimpan harapan "yang terbakar tidak selalu berakhir sebagai abu selama ada hujan, selalu ada kemungkinan bagi kehidupan untuk tumbuh kembali


*SELIMUT JELAGA*

Kabut asap menjahit kelam di wajah langit

Menghapus biru di bawah selimut jelaga


Api menjelma belati

Menikam napas bumi

Mengunyah daun menghanguskan akar dengan bara yang tak mengenal kenyang


Ranting-ranting patah seperti tulang yang menyerah dan hutan menjadi tubuh yang kehilangan suara


Tanah mengering dengan napas tersenggal

Menengadah kepada awan yang entah masih menyimpan arah pulang


Di balik kabut pekat

Mereka menunggu hujan

Untuk mengajari bahwa tidak semua yang terbakar harus menjadi abu

Cerbon//05 September 2026

BERITA DAERAH

MEDIA PERWIRA NEWS VIDEO

NASIONAL

EKONOMI BISNIS